Anda Pengunjung ke
Calender
Popular Posts
Followers
Jumat, 25 April 2014
Pendidikan Agama Islam
15.13
|
PERILAKU TERCELA
![]() |
| Gambar1. Salah satu perbuatan tercela. |
1.HASUD
a. Pengertian HASAD
![]() |
| Gambar2. Pahala hangus karena dengki. |
Menurut bahasa, hasad artinya iri atau tidak suka.
Menurut istilah, hisad ialah
sifat iri atau tidak
suka kepada orang lain yang sedang mendapatkan nikmat
Allah, baik berupa prestasi maupun materi kekayaan. Sifat ini muncul dari keinginan
yang berlebihan terhadap apa yang diraih oleh orang lain sedangkan jalan untuk
meraih hal itu tertutup karena tidak mempunyai kemampuan atau malas untuk
berusaha agar dapt meraihnya.
Perbuatan ini dapat merusak amal
ibadah orang yang melakukannya. Pahala ibadah lain yang telah dikumpulkannya
selama bertahun-tahun akan musnah oleh sikap perbuatan hasad yang
dimilikinya.
Haramnya Hasad telah ditetapkan
dalam al-Qur’an.yang merupakan sifat-sifat orang kafir, munafik dan lemah
imannya, sifat orang yang tidak ingin berterima kasih terhadap saudaranya
seagama yang telah mendapat nikmat dari Allah.
Allah berfirman :
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ
إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا
تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
Artinya :
“Sebagaimana besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan
kamu pada kekafiran setelah kamu beriman karenah dengki yang timbul dari mereka
sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenarannya.”
Lalu ,Di dalam kitab Riyald as-Shalihin karya Imam an-nawawi terdapat hadis
Nabi tentang larangan dengki yang berbunyi:
عن ابى هريرة
رضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: إياكم والحسد فإن الحسد يأكل
الحسنات كما تأكل النار الحطاب اوقال العشب (رياض الصالحين- الامام النواوي)
Artinya :
“Dari Abu hurairah r.a, sesungguhnya Nabi SAW
bersabda: ”jauhilah dirimu dari perbuatan hasud, sebab perbuatan hasad akan
memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar “atau beliau berkata
“memakan rumput.”
Hadist dan firman di atas mengandung 2 pesan penting,
yaitu :
1. Kita harus menghindari sifat hasad, kapan dimanapun kita berada
2. Sifat hasad dapat menghancurkan amal ibadah kita sebagaiman api melalap
kayu bakar.
b. Contoh-contoh perilaku hasad
1. Perilaku iri dan dengki
2. Perilaku suka mencari-cari kesalahan orang lain
3. Perilaku suka melempar kesalahan kepada orang lain ( berburuk sangka
2. Riya’
![]() |
| Gambar3. Salah satu contoh perbuatan riya' |
Riya’ (pamer) ialah memperlihatkan suatu
ibadah/perbuatan atau amal shalih kepada orang lain, bukan karena Allah SWT,
tetapi karena sesuatu kepentingan yang lain.
“Riya’ atau sum’ah” adalah perbuatan tercela,
karena ia merupakan syirik kecil yang hukumnya haram. Sabda Nabi SAW:
اَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ
الشِّرْكُ الأَصْغَرُ، فَسُئِلَ عَنْهُ فَقَالَ: الرِّيَاءُ (رواه أحمد)
Artinya : “Sesuatu yang aku takutkan yang akan
menimpa kalian adalah syirik kecil” Lalu Nabi ditanya tentang hal itu dan
beliau bersabda: “Yaitu riya” (HR. Ahmad)
Riya’ bisa terdapat dalam urusan keagamaan dan bisa
pula dalam urusan keduniaan.
1. Riya ‘dalam urusan keagamaan, misalnya:
1.
Seseorang memperlihatkan kepercayaannya kepada kebenaran agama Islam dan
seluruh ajarannya, padahal hatinya sebenarnya tidak percaya. Ia memperlihatkan
kepercayaannya itu bukan karena Allah tetapi karena ingin memperoleh pujian dan
keuntungan duniawi. Ia termasuk orang munafik.
2.
Seseorang melakukan shalat berjamaah di mesjid dengan maksud bukan ingin
memperoleh keridloan Allah SWT, tetapi agar mendapat penilaian dari masyarakat
sebagai muslim yang taat. Orang seperti ini kalau berada sendirian biasanya
tidak mau mengerjakan shalat.
2. Riya’ dalam urusan keduniaan misalnya:
Seseorang memperlihatkan kesungguhan dan kedisiplinannya dalam bekerja
kepada atasannya, dengan tidak dilandasi nilai ikhlas karena Allah SWT, karena
ia ingin dinilai baik oleh atasannya, lalu pangkatnya atau gajinya dinaikkan. Orang seperti ini bila pangkat atau gajinya tidak
naik tentu kerjanya akan bermalas-malas.
Setiap muslim (muslimah) dilarang bersikap dan berperilaku riya, karena
riya akan mendatangkan kerugian atau bencana baik bagi pelakunya, dan mungkin
juga bagi orang lain. Adapun kerugian atau bencana akibat riya antara lain:
1. Para pejabat yang bermental jahat, apabila suka bersikap dan berperilaku
riya’, tentu ia akan melakukan perbuatan yang merugikan rakyat, seperti
korupsi. Orang-orang yang riya di bidang kepercayaaan atau keimanan, sebenarnya
merupakan orang-orang munafik yang pada suatu saat akan menodai kesucian Islam
dan mencelakakan kaum muslimin.
2. Seseorang yang
beribadah dan beramal saleh tidak dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah SWT
tetapi tujuannya hanya untuk kemasyhuran atau keuntungan dunia, maka di alam
akhirat kelak ia akan dicampakkan ke dalam neraka.
3. Aniaya
![]() |
| Gambar4. Perbuata Aniaya |
Aniaya menurut bahasa Sansekerta
artinya perbuatan bengis, penyiksaan, atau kedhaliman. Yang dimaksud aniaya
(dhalim) adalah tidak adil (tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya atau tidak
sesuai dengan ketentuan Allah SWT). Aniaya adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi,
sebagaimana firman Allah SWT:
Artinya:
“Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang
zalim.” (Q.S. AI-Baqarah, 2: 229)
Aniaya (zalim) termasuk sifat tercela
yang dibenci Allah dan dibenci manusia serta termasuk perbuatan dosa yang dapat
menjatuhkan martabat diri pelakunya dan merugikan orang lain . Sifat aniaya
atau zalim dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
- Aniaya kepada Allah SWT dengan cara tidak mau melaksanakan perintah Allah yang wajib, dan meninggalkan larangan Allah yang haram (lihat Q.S. Al-Baqarah, 2: 35 dan 254).
- Aniaya terhadap Rasulullah denngan mengikuti sunnah-sunnah rasul, dia membuat ajaran sendiri, membuat cara ibadah sendiri.
- Aniaya terhadap sesama manusia seperti ghibah (mengumpat), namimah (mengadu domba), fitnah, mencuri, merampok, melakukan penyiksaan, dan melakukan pembunuhan (lihat Q.S. Annisa, 4: 30 dan 9; Al-Hujurat, 49: 11).
- Aniaya terhadap binatang dengan cara memburu, membunuh, membiarkan kelaparan dsb.
- Aniaya terhadap diri sendiri, seperti membiarkan diri dalam kebodohan, kemalasan, kemiskinan, kerusakan baik jasmani ataupun rohani dsb.
a. Akibat buruk dari sikap
aniaya yang dialami si penganiaya adalah:
1. Tidak akan disenangi
bahkan dibenci oleh masyarakat
2. Hidupnya tidak tenang
karena dibayangi rasa takut dan rasa bersalah
3. Mencemarkan nama baik
diri dan keluarga
4. Memiliki akibat
hukum, misalnya dipenjarakan
5. Masuk neraka (lihat
surat al-Ma’idah ayat 39)
· b. Adapun keburukan bagi yang dianiya dan masyarakat
adalah:
a.
Mengalami kerugian dan bencana, misalnya sakit atau kehilangan nyawa
b.
Tidak ada ketentraman di masyarakat
c.
Semangat persatuan masyarakat menurun
d.
Allah menurunkan adzab-Nya. Firman Allah SWT Qur’an Surat Yunus ayat 13:
وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ
قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا
لِيُؤْمِنُوا كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (يونس : 13)
Artinya: “Dan Sesungguhnya
Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat
kezaliman, Padahal Rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa
keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak
beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat
dosa”( Q.S. Yunus 13)
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)




0 komentar:
Posting Komentar