Anda Pengunjung ke

Calender

Followers

Big Red Mouse Pointer
Jumat, 25 April 2014

Pendidikan Agama Islam



 PERILAKU TERCELA
Gambar1. Salah satu perbuatan tercela.


1.HASUD

    a.   Pengertian HASAD
Gambar2. Pahala hangus karena dengki.
Menurut bahasa, hasad artinya iri atau tidak suka. Menurut istilah, hisad ialah sifat iri atau tidak

suka kepada orang lain yang sedang mendapatkan nikmat Allah, baik berupa prestasi maupun materi kekayaan. Sifat ini muncul dari keinginan yang berlebihan terhadap apa yang diraih oleh orang lain sedangkan jalan untuk meraih hal itu tertutup karena tidak mempunyai kemampuan atau malas untuk berusaha agar dapt meraihnya.
Perbuatan ini dapat merusak amal ibadah orang yang melakukannya. Pahala ibadah lain yang telah dikumpulkannya selama bertahun-tahun  akan musnah oleh sikap perbuatan hasad yang dimilikinya.
Haramnya Hasad telah ditetapkan dalam al-Qur’an.yang merupakan sifat-sifat orang kafir, munafik dan lemah imannya, sifat orang yang tidak ingin berterima kasih terhadap saudaranya seagama yang telah mendapat nikmat dari Allah.
Allah berfirman :
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
Artinya :
“Sebagaimana besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu pada kekafiran setelah kamu beriman karenah dengki yang timbul dari mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenarannya.”

Lalu ,Di dalam kitab Riyald as-Shalihin karya Imam an-nawawi terdapat hadis Nabi tentang larangan dengki yang berbunyi:

عن ابى هريرة رضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: إياكم والحسد فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطاب اوقال العشب (رياض الصالحين- الامام النواوي)

Artinya :
“Dari Abu hurairah r.a, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: ”jauhilah dirimu dari perbuatan hasud, sebab perbuatan hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar “atau beliau berkata “memakan rumput.”
Hadist dan firman di atas mengandung 2 pesan penting, yaitu :
1.    Kita harus menghindari sifat hasad, kapan dimanapun kita berada
2.    Sifat hasad dapat menghancurkan amal ibadah kita sebagaiman api melalap kayu bakar.
b. Contoh-contoh  perilaku hasad
1.     Perilaku iri dan dengki
2.    Perilaku suka mencari-cari kesalahan orang lain
3.    Perilaku suka melempar kesalahan kepada orang lain ( berburuk sangka


2. Riya’
Gambar3. Salah satu contoh perbuatan riya'
Riya’ (pamer) ialah memperlihatkan suatu ibadah/perbuatan atau amal shalih kepada orang lain, bukan karena Allah SWT, tetapi karena sesuatu kepentingan yang lain.
“Riya’ atau sum’ah” adalah perbuatan tercela, karena ia merupakan syirik kecil yang hukumnya haram. Sabda Nabi SAW:
اَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ، فَسُئِلَ عَنْهُ فَقَالَ: الرِّيَاءُ (رواه أحمد)
Artinya : “Sesuatu yang aku takutkan yang akan menimpa kalian adalah syirik kecil” Lalu Nabi ditanya tentang hal itu dan beliau bersabda: “Yaitu riya” (HR. Ahmad)

Riya’ bisa terdapat dalam urusan keagamaan dan bisa pula dalam urusan keduniaan.
1.  Riya ‘dalam urusan keagamaan, misalnya:
1.    Seseorang memperlihatkan kepercayaannya kepada kebenaran agama Islam dan seluruh ajarannya, padahal hatinya sebenarnya tidak percaya. Ia memperlihatkan kepercayaannya itu bukan karena Allah tetapi karena ingin memperoleh pujian dan keuntungan duniawi. Ia termasuk orang munafik.
2.     Seseorang melakukan shalat berjamaah di mesjid dengan maksud bukan ingin memperoleh keridloan Allah SWT, tetapi agar mendapat penilaian dari masyarakat sebagai muslim yang taat. Orang seperti ini kalau berada sendirian biasanya tidak mau mengerjakan shalat.

2. Riya’ dalam urusan keduniaan misalnya:
Seseorang memperlihatkan kesungguhan dan kedisiplinannya dalam bekerja kepada atasannya, dengan tidak dilandasi nilai ikhlas karena Allah SWT, karena ia ingin dinilai baik oleh atasannya, lalu pangkatnya atau gajinya dinaikkan. Orang seperti ini bila pangkat atau gajinya tidak naik tentu kerjanya akan bermalas-malas.
Setiap muslim (muslimah) dilarang bersikap dan berperilaku riya, karena riya akan mendatangkan kerugian atau bencana baik bagi pelakunya, dan mungkin juga bagi orang lain. Adapun kerugian atau bencana akibat riya antara lain:
1.  Para pejabat yang bermental jahat, apabila suka bersikap dan berperilaku riya’, tentu ia akan melakukan perbuatan yang merugikan rakyat, seperti korupsi. Orang-orang yang riya di bidang kepercayaaan atau keimanan, sebenarnya merupakan orang-orang munafik yang pada suatu saat akan menodai kesucian Islam dan mencelakakan kaum muslimin.
2.  Seseorang yang beribadah dan beramal saleh tidak dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah SWT tetapi tujuannya hanya untuk kemasyhuran atau keuntungan dunia, maka di alam akhirat kelak ia akan dicampakkan ke dalam neraka.




3. Aniaya

Gambar4. Perbuata Aniaya
Aniaya menurut bahasa Sansekerta artinya perbuatan bengis, penyiksaan, atau kedhaliman. Yang dimaksud aniaya (dhalim) adalah tidak adil (tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya atau tidak sesuai dengan ketentuan Allah SWT). Aniaya adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi, sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: “Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S. AI-Baqarah, 2: 229)
Aniaya (zalim) termasuk sifat tercela yang dibenci Allah dan dibenci manusia serta termasuk perbuatan dosa yang dapat menjatuhkan martabat diri pelakunya dan merugikan orang lain . Sifat aniaya atau zalim dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
  1. Aniaya kepada Allah SWT dengan cara tidak mau melaksanakan perintah Allah yang wajib, dan meninggalkan larangan Allah yang haram (lihat Q.S. Al-Baqarah, 2: 35 dan 254).
  2. Aniaya terhadap Rasulullah denngan mengikuti sunnah-sunnah rasul, dia membuat ajaran sendiri, membuat cara ibadah sendiri.
  3. Aniaya terhadap sesama manusia seperti ghibah (mengumpat), namimah (mengadu domba), fitnah, mencuri, merampok, melakukan penyiksaan, dan melakukan pembunuhan (lihat Q.S. Annisa, 4: 30 dan 9; Al-Hujurat, 49: 11).
  4. Aniaya terhadap binatang dengan cara memburu, membunuh, membiarkan kelaparan dsb.
  5. Aniaya terhadap diri sendiri, seperti membiarkan diri dalam kebodohan, kemalasan, kemiskinan,  kerusakan baik jasmani ataupun rohani dsb.

a. Akibat buruk dari sikap aniaya yang dialami si penganiaya adalah:
1.  Tidak akan disenangi bahkan dibenci oleh masyarakat 
2.  Hidupnya tidak tenang karena dibayangi rasa takut dan rasa bersalah
3.  Mencemarkan nama baik diri dan keluarga
4.  Memiliki akibat hukum, misalnya dipenjarakan
5.  Masuk neraka (lihat surat al-Ma’idah ayat 39)

· b. Adapun keburukan bagi yang dianiya dan masyarakat adalah:
a.       Mengalami kerugian dan bencana, misalnya sakit atau kehilangan nyawa
b.       Tidak ada ketentraman di masyarakat
c.       Semangat persatuan masyarakat menurun
d.       Allah menurunkan adzab-Nya. Firman Allah SWT  Qur’an Surat Yunus ayat 13:
وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (يونس : 13)

Artinya: “Dan Sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, Padahal Rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa”( Q.S. Yunus 13)


0 komentar:

instagram

Asal Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.