Anda Pengunjung ke
Calender
Popular Posts
Followers
Kamis, 01 Mei 2014
Bahasa Indonesia
11.21
|
MENULIS BERBAGAI JENIS
KARANGAN
1. Karangan Narasi
atau Cerita
Karangan narasi adalah karangan
yang berusaha menciptakan, mengisahkan,
merangkaikan tindak-tanduk perbuatan manusia
dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau
yang berlangsung dalam satu kesatuan waktu.
Dalam membuat karangan jenis narasi, yang perlu diperhatikan
adalah:
(1) mampu membuat ide cerita yang baru
(2) dapat menerapkan penokohan yang tepat
(3) dapat mengutarakan gaya cerita yang baik
(4) dapat menggunakan gaya bahasa yang pas
Contoh :
Malam itu Ayah kelihatan benar-benar
marah. Aku sama sekali dilarang berteman dengan
Syairul. Bahkan, Ayah mengatakan bahwa aku akan diantar dan dijemput ke
sekolah. Itu semua gara-gara Slamet yang telah memperkenal aku dengan Siti.
Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu, seperti benda, orang, tempat sesuai dengan objek yang sebenarnya.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan deskripsi adalah:
(1) menentukan topik atau tema karangan
(2) menetapkan tujuan
(3) mengadakan pengamatan di lokasi
(4) mengumpulkan bahan
(5) membuat kerangka karangan
(6) mengembangkan kerangka (memulai proses penulisan)
Contoh :
Pasar Tanah Abang adalah sebuah pasar yang sempurna. Semua barang
ada di sana. Di toko yang paling depan, berderet toko sepatu dalam dan luar
negeri. Di lantai dasar, terdapat toko kain yang lengkap dan berderet- deret.
Di samping kanan pasar, terdapat warung-warung kecil penjual sayur dan bahan
dapur. Di samping kiri ada pula berjenis-jenis buah-buahan. Pada bagian
belakang, kita dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang daging.
3. Karangan eksposisi atau pemaparan
Karangan eksposisi adalah karangan yang berisi pemaparan terhadap suatu konsep, gagasan, ide, dengan tujuan menguraikan, mengupas, menerangkan sesuatu yang akan menambah pengetahuan atau wawasan pembaca. Dalam karangan ini, sesuatu diuraikan secara terperinci terkadang dengan penambahan bentuk-bentuk visual seperti grafik, bagan,atau denah.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan eksposisi adalah:
(1) menentukan topik paparan
(2) menentukan tujuan paparan
(3) membuat
kerangka karangan
(4) mengembangkan kerangka karangan
Contoh :
Pasar Tanah Abang adalah pasar yang
kompleks. Di lantai dasar terdapat sembilan puluh kios
penjual kain dasar. Setiap hari rata-rata terjual tiga ratus meter untuk setiap
kios. Dari data ini, dapat diperkirakan berapa besarnya uang yang masuk ke kas
DKI dari Pasar Tanah Abang.
4. Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat mengenai suatu hal yang disertai alasan-alasan yang logis dan sistematis serta penyajian bukti-bukti dengan tujuan memengaruhi pembaca untuk meyakini atau menyetujui pendapat tersebut. Karangan ini bersifat objektif.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan argumentasi adalah:
(1) membuat topik terlebih dahulu
(2) menetapkan
tujuan karangan
(3) melakukan
observasi lapangan
(4) membuat kerangka karangan
(5) mengembangkan kerangka karangan
(6) membuat kesimpulan
Contoh :
Dua tahun terakhir, terhitung sejak Boeing
B-737 milik maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu
pesawat tua mencuat ke permukaan. Ini dapat dimaklumi sebab pesawat yang
badannya koyak sepanjang 4 meter itu sudah dioperasikan lebih dari 19
tahun. Oleh karena itu, adalah cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang
dengan pesawat berusia tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60
persen pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua.
5. Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah karangan yang berisi uraian mengenai sikap, pendapat, gagasan, dan perasaan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang diuraikan.
Langkah-langkah dalam pembuatan karangan persuasi adalah:
(1) menentukan topik atau tema persuasi
(2) menetapkan tujuan persuasi
(3) mengadakan pengamatan terhadap objek sasaran
(4) membuat kerangka karangan
(5) mengembangkan kerangka karangan
(6) membuat kesimpulan
Sampah yang setiap harinya dibuang terdiri atas sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan dan sampah basah yang dapat membusuk. Sampah anorganik ialah sebaliknya yang tak dapat membusuk seperti plastik, kaca, karet, kulit dan sebagainya. Jika setiap harinya sampah dibuang oleh setiap orang, dapat dibayangkan berapa puluh dan ribu ton akan terkumpul. Tidak semuanya dapat didaur ulang. Oleh sebab itu, kita dapat membantu memilah sampah, untuk mengurangi tumpukan sampah, yaitu dengan cara sampah yang organik dapat dikubur di dalam tanah ukuran 3 x 3 m. Kemudian sampah yang anorganik dapat diberikan kepada pemulung untuk didaur ulang. Dengan demikian, kita telah membantu mengurangi tumpukan sampah setiap harinya di pembuangan sampah akhir.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
0 komentar:
Posting Komentar