Anda Pengunjung ke

Calender

Followers

Big Red Mouse Pointer
Kamis, 01 Mei 2014

Bahasa Indonesia



MENULIS BERBAGAI JENIS KARANGAN

1.    Karangan Narasi atau Cerita

Karangan  narasi   adalah   karangan   yang   berusaha   menciptakan, mengisahkan,  merangkaikan  tindak-tanduk  perbuatan  manusia  dalam sebuah  peristiwa  secara  kronologis  atau  yang  berlangsung  dalam  satu kesatuan waktu.

Dalam membuat karangan jenis narasi, yang perlu diperhatikan adalah:
(1)  mampu membuat ide cerita yang baru
(2)  dapat menerapkan penokohan yang tepat
(3)  dapat mengutarakan gaya cerita yang baik
(4)  dapat menggunakan gaya bahasa yang pas

Contoh :
Malam  itu  Ayah  kelihatan  benar-benar  marah.  Aku  sama  sekali dilarang berteman dengan Syairul. Bahkan, Ayah mengatakan bahwa aku akan diantar dan  dijemput ke sekolah. Itu semua gara-gara Slamet yang telah memperkenal aku dengan Siti.

2.    Karangan Deskripsi atau  Penggambaran
Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu, seperti benda, orang, tempat sesuai dengan objek yang sebenarnya.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan deskripsi adalah:
(1)  menentukan topik atau tema karangan
(2)    menetapkan tujuan
(3)  mengadakan pengamatan di lokasi
(4)  mengumpulkan bahan
(5)  membuat kerangka karangan
(6)  mengembangkan kerangka (memulai proses penulisan)

Contoh :
Pasar Tanah Abang adalah sebuah pasar yang sempurna. Semua barang ada di sana. Di toko yang paling depan, berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Di lantai dasar, terdapat toko kain yang lengkap dan berderet- deret. Di samping kanan pasar, terdapat warung-warung kecil penjual sayur dan bahan dapur. Di samping kiri ada pula  berjenis-jenis buah-buahan. Pada bagian belakang, kita dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang daging.

3.    Karangan eksposisi atau pemaparan
Karangan eksposisi adalah karangan yang berisi pemaparan terhadap suatu   konsep,  gagasan,  ide,  dengan  tujuan  menguraikan,  mengupas, menerangkan sesuatu yang akan menambah pengetahuan atau wawasan pembaca.   Dalam   karangan   ini,   sesuatu   diuraikan   secara   terperinci terkadang dengan penambahan bentuk-bentuk visual seperti grafik, bagan,atau denah.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan eksposisi adalah:
(1)  menentukan topik paparan
(2)   menentukan tujuan paparan
 (3)   membuat kerangka karangan
(4)  mengembangkan kerangka karangan

Contoh :
Pasar  Tanah  Abang  adalah  pasar  yang  kompleks.  Di  lantai  dasar terdapat sembilan puluh kios penjual kain dasar. Setiap hari rata-rata terjual tiga ratus meter untuk setiap kios. Dari data ini, dapat diperkirakan berapa besarnya uang yang masuk ke kas DKI dari Pasar Tanah Abang.


4.    Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat mengenai suatu hal yang disertai alasan-alasan yang logis dan sistematis serta penyajian bukti-bukti dengan  tujuan memengaruhi pembaca untuk meyakini atau menyetujui pendapat tersebut.  Karangan ini bersifat objektif.
Langkah-langkah dalam menyusun karangan argumentasi adalah:
(1)  membuat topik terlebih dahulu
 (2)   menetapkan tujuan karangan
 (3)   melakukan observasi lapangan
(4)   membuat kerangka karangan
(5)  mengembangkan kerangka karangan
(6)  membuat kesimpulan

Contoh :
Dua tahun  terakhir,  terhitung  sejak  Boeing  B-737  milik  maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat tua mencuat ke permukaan. Ini dapat  dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak sepanjang 4 meter itu sudah dioperasikan lebih dari  19 tahun. Oleh karena itu, adalah cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60 persen pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua.


5.    Karangan Persuasi
Karangan  persuasi  adalah  karangan  yang  berisi  uraian  mengenai sikap, pendapat, gagasan, dan perasaan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang diuraikan. 
Langkah-langkah dalam pembuatan karangan persuasi adalah:
(1)  menentukan topik atau tema persuasi
(2)  menetapkan tujuan persuasi
(3)  mengadakan pengamatan terhadap objek sasaran
(4)  membuat kerangka karangan
(5)  mengembangkan kerangka karangan
(6)  membuat kesimpulan

Contoh : 
Sampah yang setiap harinya dibuang terdiri atas sampah organik dan sampah  anorganik.  Sampah  organik  adalah  sampah  yang  berasal  dari sisa-sisa  makanan  dan  sampah  basah  yang  dapat  membusuk.  Sampah anorganik ialah sebaliknya yang tak dapat membusuk seperti plastik, kaca, karet, kulit dan sebagainya. Jika setiap harinya sampah dibuang oleh setiap orang, dapat dibayangkan berapa puluh dan ribu ton  akan terkumpul. Tidak semuanya dapat didaur ulang. Oleh sebab itu, kita dapat membantu memilah sampah, untuk mengurangi tumpukan sampah, yaitu dengan cara sampah yang organik dapat dikubur di dalam tanah ukuran 3 x 3 m. Kemudian  sampah  yang  anorganik  dapat  diberikan  kepada  pemulung untuk didaur ulang. Dengan demikian, kita telah membantu mengurangi tumpukan sampah setiap harinya di pembuangan sampah akhir.

0 komentar:

instagram

Asal Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.